TRANSPARANSI PERGURUAN TINGGI: Sebuah tantangan baru ?

 Salah satu prinsip pengelolaan badan hukum pendidikan dalam UU BHP adalah prinsip transparansi. Maksudnya adalah keterbukaan dan kemampuan menyajikan informasi yang relevan secara tepat waktu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan standar pelaporan yang berlaku kepada pemangku kepentingan. Sangat menarik. Implementasi prinsip transparansi ini perlu komitmen pimpinan PT serta persiapan yang matang. Banyak tantangan yang akan dihadapi dalam implementasinya.

Banyak pertanyaan lanjutan yang perlu diperhatikan untuk penerapan transparansi tersebut. Sejauh mana keterbukaan yang disyaratkan ?, bagaimana formatnya ?. Bagaimana aturannya atau operasionalisasinya?. Tentang aspek kemampuan menyiratkan perlunya pengembangan system informasi dan  kualifikasi SDM.

Memang dalam hal ini secara teknis berbagai pertanyaan tersebut dapat dijawab bila petunjuk teknisnya sudah dikeluarkan. Dalam UU tersebut yaitu pasal 68 disebutkan bahwa semua peraturan yang diperlukan harus ditetapkan paling lambat 2 tahun sejak UU BHP diundangkan.

Laporan tahunan

Salah satu aspek transparansi dapat dilihat pada Bagian VII tentang Akuntabilitas dan Pengawasan UU BHP. Pengawasan badan hukum pendidikan dilakukan melalui sistem pelaporan tahunan. Laporan itu meliputi bidang akademik yaitu kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara itu untuk bidang non-akademik mencakup aspek manajemen dan laporan keuangan.

Pemimpin organ pengelola pendidikan menyiapkan dan menyampaikan laporan tertulis kepada organ representasi pemangku kepentingan (ORPK). Bila laporan tersebut disetujui ORPK maka pemimpin PT akan menerima “pembebasan tanggung jawab” dari ORPK.

Laporan keuangan

Laporan keuangan merupakan bagian dari laporan tahunan badan hukum pendidikan. Laporan tersebut dibuat sesuai dengan standar akuntansi serta diaudit oleh akuntan publik. Laporan keuangan ini harus pula diumumkan kepada publik melalui surat kabar berbahasa Indonesia yang beredar secara nasional dan papan pengumuman.

Laporan keuangan biasanya sangat menarik berbagai pihak pemangku kepentingan. Misalnya para mahasiswa, orang tua, Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan pers. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu muncul, seperti apakah terjadi komersialisasi, bagaimana alokasi dana yang masuk ke PT, dipakai untuk apa saja dan lain-lainnya. Tantangan ini menyiratkan perlunya PT mempersiapkan banyak hal. Misalnya saja sistem keuangan yang valid, policy sumber dan penggunaan dana, kebijakan tarif, penyiapan SDM yang mengelola keuangan PT maupun koordinasi penyiapan informasi untuk unit hubungan pemangku kepentingan.

Transparansi di Perusahaan Publik: Beberapa contoh praktek

Sebagai bandingan mari kita lihat contoh praktek transparansi di perusahaan publik di Indonesia. Perusahaan yang akan go public, laporan keuangannya harus berkualifikasi wajar tanpa pengecualian, yang merupakan hasil audit dari auditor.

Perusahaan yang go public atau emiten diwajibkan untuk memberikan laporan keuangan tiap jangka waktu tertentu, misalnya  semesteran dan tahunan. Laporan tersebut diberikan kepada beberapa institusi antara lain kepada BAPEPAM dan Bursa Efek dimana perusahaan tersebut melakukan listing (mencatatkan sahamnya untuk diperjual belikan kepada public). Di Indonesia ke Bursa Efek Indonesia.  Hanya laporan keuangan tahunan saja yang harus diaudit oleh akuntan publik. Khusus untuk laporan keuangan tahunan harus juga dipublikasikan di Koran yang lingkupnya nasional.

Contoh lainnya adalah bila terjadi peristiwa yang signifikan yang akan mempengaruhi keputusan investor saham. Misalnya pembangunan project baru dan pembelian perusahaan, yang dapat mempengaruhi perkembangan bisnis perusahaan. Kejadian tersebut harus diumumkan ke publik dalam tempo maksimal 2 kali 24 jam sejak peristiwa tersebut terjadi atau corporate action diputuskan oleh Manajemen secara resmi. Pengumuman berupa press release disampaikan kepada investor, BAPEPAM, Bursa Efek dan lain-lainnya.

Bursa Efek, investor saham, BAPEPAM dan publik secara umum akan memonitor dan mengawasi perkembangan maupun sepak terjang perusahaan publik melalui berbagai caranya masing-masing . Misalnya meminta presentasi oleh Direksi Perusahaan, investor meeting, laporan tertulis maupun pertanyaan-pertanyaan lisan yang diajukan pers dan investor melalui telepon maupun e-mail. Jika terjadi pelanggaran maka Bursa Efek dan Bapepam akan mengenakan sangsi sesuai peraturannya masing-masing.

Penutup

Bagaimana untuk perguruan tinggi atau tepatnya badan hukum pendidikan ?. Yang jelas perlunya disiapkan sistem pengelolaan berbagai aspek komponen sebuah PT dan penyiapan pimpinan maupun pengelola berbagai fungsi manajemen PT. Pada dasarnya bagaimana menyiapkan praktek baru untuk secara lebih akuntabel dalam mengambil berbagai keputusan dan siap member respon secara lebih cepat dan lebih baik bila muncul berbagai pertanyaan tentang PT tersebut. Banyak PR menunggu…mudah-mudahan ini awal berkembangnya manajemen PT yang lebih baik lagi….(Hus/ 25 Agustus 2009)

No Comments

MORAKOT DAN TELEKOMUNIKASI

Apa hubungannya antara Kata Morakot dengan dunia telekomunikasi ?. Ya tentu ada, buktinya apa yang baru saja terjadi Asia Timur. Morakot adalah typhoon yang baru saja melanda Taiwan dan sebagian Cina akhir minggu lalu. Korbannya banyak. Rusaknya jalan, jembatan, banyak orang yang meninggal dunia dan juga telah menyebabkan “underwater landslide”. Sekarang ini masih dilakukan evakuasi para korban dengan berbagai cara yang mungkin. Bantuan banyak berdatangan dari berbagai negara. Kita turut prihatin dan berduka cita atas musibah yang besar ini. Semoga Pemerintah Taiwan, Cina dan berbagai pihak yang membantu dapat dengan cepat mengatasi situasi yang buruk tersebut.

Pergeseran lapisan tanah bawah laut yang dipicu oleh Morakot telah menyebabkan kerusakan tujuh kabel fiber optik bawah laut. Kejadian tersebut telah mengganggu layanan telepon maupun internet. Empat kabel bawah laut Chunghwa Telecom mengalami kerusakan. Hal ini mengganggu komunikasi ke Singapura, Vietnam, Thailand dan Filipina. Sementara itu Bakrie Telecom menyatakan gangguan hanya terjadi sekitar setengah jam saja. Pengaturan trafik melalui kabel lain serta satelit telah memperbaiki trafik dengan cepat.

Kesigapan tindakan tersebut berkat pengalaman atas kejadian gempa berkekuatan 7,1 skala Richter di laut di daerah selatan Taiwan pada bulan Desember 2006 lalu. Gempa tahun 2006 itu telah mengganggu lalu lintas telekomunikasi dalam beberapa hari. Sebagai antisipasi kejadian semacam itu dikemudian hari, operator kabel maupun konsorsium perusahaan telekomunikasi banyak melakukan investasi pada cable-network. Sekarang ternyata kerusakan dapat diatasi dalam waktu singkat saja.

Beberapa operator yang terganggu layanan telekomunikasinya adalah dari Indonesia: PT Telkom, PT Bakrie Telecom, dan PT Indosat; Singapura: SingTel; Jepang: NTT DoCoMo dan KDDI Corp; Filipina: Globe Telecom Inc dan dari Taiwan sendiri yaitu Chunghwa Telecom Co.

Dewasa ini trafik telekomunikasi sangat besar dan kecendrungan pertumbuhannya sangat cepat. Misalnya trafik data mengalami peningkatan yang luar biasa. Revenue yang berasal dari bisnis data communication mengalami peningkatan yang cukup besar. Data dari Merril Lynch dan Global Wireless Matrix menunjukkan bahwa dari bulan Juli 2007 hingga Juli 2008 lalu, pendapatan operator di Eropa mengalami peningkatan 10%, sementara di Asia Pasifik lebih tinggi lagi yaitu 16%. Di Eropa terjadi komunikasi trafik sebesar 7 terra byte per hari. Kemudian pada tahun 2008, volume trafik data menjadi sebesar 14 terra byte per hari.

Tentu saja, dalam istilah bisnis time is money. Manajemen risiko menjadi penting. Apalagi dalam bisnis telekomunikasi, yang secara umum sedang boom dewasa ini, termasuk di negeri kita Indonesia (husni/19 Agustus 2009)

Sumber:

Salman Zafar, Wireless Broadband Technologies, Nokia Siemens Networks, ITU Conference in Yogyakarta, Indonesia , 2009.

The Wall Street Journal, August 14-16,2009,p.3

No Comments

KESADARAN BARU KONSUMEN: BUTUH YANG LEBIH “GREEN”

Tulisan ini mengemukakan makin besarnya kesadaran konsumen akan berbagai produk yang kurang menimbulkan akibat pada isu “global warming”. Sebuah partisipasi dan kesadaran yang dibutuhkan dari masyarakat. Bidang pemasaranpun sudah memberi respon positif dengan berkembangnya “green marketing”.

Indonesia


Kamar Dagang dan Industri (kadin) Indonesia sedang menggarap aspek lingkungan bersama anggota-anggotanya. Wakil Ketua Umum Kadin bidang UKM, Sandiaga S. Uno, telah menetapkan target sebesar 30% UKM harus telah memperoleh sertifikat ecological label. Sekarang ini sedang terjadi kecendrungan makin banyak konsumen kita yang makin sadar akan lingkungan hidup. Maka sejak dini pelaku usaha perlu memperhatikan lingkungan dalam melaksanakan bisnisnya. Saat ini baru 20% yang telah mengantongi eco label dari hampir 49 juta UKM. Howard Frederic dari Unitec Institute of Technology, Selandia Baru memperkirakan, Indonesia masih membutuhkan waktu sekitar 10 tahun lagi untuk mendidik pola pikir pengusaha agar lebih ramah lingkungan. Ecopreneur telah berkembang sejak tahun 1990-an di negara-negara maju dan berkembang.
Di Jakarta, konsumen sudah memperlihatkan perhatiannya terhadap produk-produk “green”. Misalnya beberapa produk baru yang ramah lingkungan, cepat diserap pasar. Apalagi yang harganya lebih murah sangat laku. Ambil contoh, AC yang efisien konsumsi listriknya, mesin cuci hemat air, dan vacuum cleaner yang bisa didaur ulang. Lebih jauh lagi, bagi produk yang harganya lebih tinggi namun memiliki brand yang terkenal, masih juga dibeli masyarakat. Inovasi dan efisiensi menunjang usaha perbaikan lingkungan.

Di Negara Lain
Masalah pemakaian kantong plastik telah menjadi perhatian serius di berbagai Negara. Di Cina, bahan plastik yang biasa dipakai untuk tempat belanja sudah tidak boleh dipakai lagi. Keputusan Pemerintah Cina yang sangat positif bagi lingkungan. Konsumen di negara itu menggunakan 100 juta kantong plastik per hari. Jika toko swalayan tidak lagi menggunakan kantong plastik maka hal tersebut bisa mengurangi konsumsi minyaknya hingga lebih dari seribut ton. Seorang konsumen Cina mengatakan: “Sebelumnya, warga Cina menggunakan banyak kantong plastik. Tapi sekarang dengan penggunan tas kain ini, berarti kami bisa memperbaiki kualitas lingkungan kami.” Baru-baru ini salah satu toko di Beijing didenda sekitar 14 juta Rupiah karena mengabaikan peraturan baru.
Negara-negara lainnya yang telah melarang penggunaan kantong plastic antara lain Perancis, Inggris, Irlandia, Bangladesh, Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, Italia, India, dan Formosa. Larangan tersebut penting bagi masyarakat, apalagi bagi lingkungan hidup kita sendiri. Penguraian bahan plastik membutuhkan waktu puluhan tahun dan mengancam linkungan. Selain itu benda ini berasal dari sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui.

Berdasarkan Gallup polls, konsumen di Amerika Serikat yang hawatir akan lingkungan makin besar jumlahnya yaitu meningkat dari 62% pada tahun 2004 menjadi 77% di tahun 2006. Kesadaran akan lingkungan hidup dapat diamati pada beragam tingkah laku manusia. Rover survey menyatakan bahwa pada tahun 2002: 58% konsumen AS mencoba melakukan efisiensi listrik di rumahnya, 45% mengembalikan botol-botol atau kaleng-kaleng, dan 23% membeli produk yang di buat dari, atau dibungkus dengan bahan-bahan yang di recycle.
Selain itu konsumen memiliki sensitifitas yang berbeda-beda dilihat dari sudut sensitifitasnya terhadap lingkungan. Menurut Rover seperti dikutip oleh Kotler & Keller(2009), konsumen dapat dibedakan sebagai berikut: (30%) – sangat mencintai lingkungan, (10%) – tidak secara penuh berperilaku mencintai lingkungan tetapi cenderung membeli “green”, (26%) – membeli “green” hanya jika memenuhi kebutuhan mereka, (15%) – tidak tertarik akan isyu lingkungan, dan (19%) – tidak memperhatikan isyu lingkungan.
Perusahaan nomor satu di Fortune 500, Wal-Mart Stores Inc. telah meluncurkan green-tag program. Ribuan retailernya diminta untuk menjawab 15 pertanyaan sederhana dikaitkan dengan proses produksi suatu produk. Misalnya berapa banyak penggunaan air dan emisi CO₂ yang dihasilkan dalam proses tersebut. “Produsen produk tersebut harus mendisain ulang agar produksi carbon menjadi netral sehingga tidak memberikan kontribusi pada perubahan iklim,” kata Prof.Jay Golden dari Arizona State University yang membantu Wal-Mart menangani program tersebut.
Dalam penerbangan dari Jakarta ke Chicago pada tahun 2008 lalu, saya dan penumpang pesawat JAL lainnya, bisa melihat iklan bahwa JAL juga men-support program “go green” untuk mengurangi efek global warming. Apa yang dilakukan mereka?. Sejak program tersebut diluncurkan, JAL sudah banyak melaporkan kebakaran hutan atau peristiwa lingkungan alam lainnya di sepanjang penerbangan JAL di seluruh dunia. Informasi tersebut disampaikan dulu ke JAL Tokyo, kemudian informasi disalurkan ke Pemerintah Jepang yang kemudian meneruskannya kepada pemerintah dari negara yang mengalami peristiwa alam tersebut. Menarik sekali, sambil menyelam minum air. Air untuk masa depan keturunan kita.
Di Dubai, masalah global warming sudah dimasukkan dalam kurikulum mulai dari pendidikan taman kanak-kanak. Pembicaraan itu saya lihat di Koran-koran Dubai pada tahun 2008 lalu. Waktu itu sedang diadakan persiapan implementasinya. Ya, suatu move yang sangat strategis. Perlu dan sangat penting. Bagaimana mempengaruhi sikap generasi muda sejak dini akan perlunya mencintai lingkungan hidup.
Partner IT TELKOM, ZTE Corporation sudah menjalankan program “green solution”. Salah satunya adalah program “ZTE Broadband Green Solution”. Kegiatannya dimulai dari awal proses bisnis yaitu mulai dari R&D, produksi dan supply. Misalnya untuk program fixed-line broadband products’ green features meliputi kegiatan optimasi desain, energy saving emission reduction, meningkatkan kemudahan maintenance, pengurangan OpEx, efisiensi space. Selain itu juga termasuk investasi, menghindari penggunaan produk-produk yang berbahaya dan meningkatkan pemakaian green materials.

Kampus IT Telkom
Di Kampus kita tercinta, sudah hijau sebenarnya. Banyak pepohonan diantara gedung-gedung kuliah maupun kantor. Usaha yang jitu telah dilakukan bersama sejak awal berdirinya hingga sekarang. Jika di kota Bandung sudah pengap maka disini sebaliknya. Meminjam istilah rekan-rekan, kampus dalam “hutan”, seperti banyak kampus-kampus di beberapa Negara maju. Apalagi yang “green”?. Semoga banyak idea yang muncul dari kampus ini untuk bidang telekomunikasi di masyarakat kita yaitu di pemerintahan, pendidikan, industri, petani, pelaut, pelajar dan lain-lainnya.
Nyatalah, makin banyak masyarakat dunia yang nota bene juga adalah konsumen berbagai produk-produk industri lokal maupun global yang menyadari pentingnya mengkonsumsi barang-barang yang ramah lingkungan.(ham/18 Agustus 2009)
Sumber:
Bisnis Indonesia, 23 Juli 2009, hal.m3
Kotler & Keller, Marketing Management, 2009, p. 123
TEMPO, Edisi 20-26 Juli 2009, hal. 119
The Wall Street Journal, July 16, 2009, p.4
ZTE Website

No Comments

MAGANG DAN LOWONGAN KERJA DI MASA KRISIS EKONOMI

Masalah yang terjadi dalam pembayaran kredit perumahan (subprime mortgage) di Amerika Serikat (AS), tindakan yang gegabah investment bank serta lemahnya regulasi di AS telah menjadi pemicu krisis keuangan di seluruh dunia. Dalam masa krisis dewasa ini banyak perusahaan yang bangkrut. Pertumbuhan banyak negara-negara maju menjadi negatif. Salah satu akibatnya banyak pekerja yang di PHK. Juga mencari kerja bagi lulusan baru universitas menjadi sangat sulit. Tingkat pengangguran di AS mencapai 9,5 persen pada bulan Juni lalu. Pidato Obama pekan lalu menilai pemangkasan karyawan masih akan berlanjut. Angka pengangguran di Eropa dan Jepang masing-masing sebesar 9,4 persen dan 6 persen. Kecendrungannya angka tersebut akan terus naik tahun depan.
CV di jalan raya
Dalam Bisnis Indonesia, 29 Juli 2009 lalu dapat dilihat sebuah gambar dua lulusan universitas dengan memakai jas dan dasi sedang berdiri di pinggir jalan kota Philadelphia Amerika Serikat membagikan CV mereka kepada para pengendara mobil. Harapannya agar ada diantara pengendara mobil tersebut yang dapat menerima mereka bekerja. Mereka adalah dua lulusan La Salle University, Andrew J. O’Malley dan Sean Christman. Nampaknya iklan yang disebarkan melalui dunia maya dirasa belum cukup, termasuk keluar masuk kantor perusahaan-perusahaan. Perlu ada pemasaran langsung. Ya dilakukan di jalan raya.

Magang, sambil cari kerja
Magang dikenal umum diperuntukkan bagi para pelajar, mahasiswa atau sarjana baru perguruan tinggi. Tujuannya bisa sebagai bagian dari kurikulum wajib, dapat mengenal masalah sepsifik yang sesuai dengan bidang studinya. Bagi yang baru lulus bisa juga untuk mendapatkan pengalaman lebih dalam lagi atas suatu profesi tertentu. Pada umumnya bagi yang magang, perusahaan membayar alakadarnya atau bahkan tidak dibayar sesenpun. Hanya memberikan kesempatan, itupun sudah bagus.
Namun di Amerika Serikat berkembang juga magang bagi mereka yang sudah pengalaman bekerja. Dalam masa krisis sekarang ini, tingkat pengangguran di AS ini sangat parah yaitu mencapai hampir 10%. Negeri yang tadinya jadi tujuan banyak pekerja migran, telah berubah menjadi tempat yang sangat sulit untuk hidup bagi sebagian orang-orang terutama yang terkena PHK besar-besaran yang sedang terjadi sekarang. Bagi sebagian penganggur yang berpengalaman tersebut, rasanya berada di rumah sangat tidak mengenakkan terhadap keluarga maupun mungkin tetangga dan familinya. Agar tetap sibuk dan sambil mencari pengalaman baru, mereka rela untuk kerja apa saja walau tidak dibayar. Namun tentunya mereka tetap berusaha mencari pekerjaan yang berbayar.
Ms.Beli Gibney, 28 tahun terkena PHK pada bulan Februari lalu dari perusahaannya bekerja, sebuah perusahaan visual effects kecil. Pada musim panas sekarang ia bekerja di Revel In, yang merupakan sebuah perusahaan multimedia production di New York. Ini pekerjaan baru baginya. Di kantor ia memperoleh free lunch dan kopi. Katanya “pekerjaan ini menjaga agar skillnya tetap terjaga dan tentu saja ia tetap sibuk bekerja.” Dia menambahkan “Rasanya sangat bosan dan merasa bersalah jika hanya duduk di rumah saja menunggu pekerjaan ada tetapi tak kunjung datang.”
Sun Microsystems Inc., terpaksa mem-PHK sebagian pegawainya. Salah satunya adalah Ms. Mellissa Pereira, 33 tahun. Ia telah bekerja di perusahaan ini selama 8 tahun dengan jabatan terakhir sebagai senior global communications manager. Cukup prestise juga. Sekarang Ms. Pereira melakukan magang selama 20 jam seminggu di Clean Edison, sebuah provider di bidang test-preparation dan jasa-jasa lainnya. Ia mengurus strategi marketing online perusahaan tersebut. Perusahaan ini membantu setiap orang yang akan mengambil sertifikasi dalam bidang disain lingkungan dan energi. Ms.Pereira juga beruntung. Ia dapat mengambil sertifikasi bidang tersebut tanpa membayar training sebesar US$595. Lumayan.
Pada masa krisis ini, lowongan magang sangat terbatas. The National Association of College and Employers AS telah merencanakan untuk mengurangi jumlah kesempatan magang sekitar 21% dibandingkan masa sebelumnya. Tahun ini Ernst & Young LLP hanya menyediakan kesempatan magang sebanyak 2.100 posisi saja. Tahun lalu berjumlah 2.275 posisi. Sementara perusahaan lainnya Tool Brothers Inc. menutup sama sekali kesempatan magang untuk waktu yang belum ditentukan.
Data dari Drexel University menyatakan, dalam waktu 6 bulan melakukan co-op, seorang mahasiswa dari bidang Media Arts & Design akan memperoleh bayaran sebesar US$ 11.700. Sementara untuk engineering sejumlah US$ 16.510 dan yang dari Information Science and Technology mendapat gaji lebih tinggi lagi yaitu US$ 17.082. Bagi Ms.Gibney dan Ms. Pereira angka-angka dolar diatas maupun gaji yang pernah mereka terima sebelumnya, saat ini sudah menjadi masa lalu. Setidaknya dalam masa paceklik sekarang. Semoga berlalu. Lebih cepat lebih baik…(ham/Agustus 2009)
Sumber:
Bisnis Indonesia, Jakarta, 29 Juli 2009.
Bisnis Indonesia, Jakarta, 3 Agustus 2009, hal.3

Drexel University Undergraduate Programs, Philadelphia, USA, 2008, p.4.
KOMPAS, 1 Agustus 2009, hal.11
The Wall Street Journal, July 14, 2009, p.17

1 Comment

NEW YORK STOCK EXCHANGE: Ulang Tahun IPO ke sepuluh

Dalam Bisnis Indonesia, 29 Juli 2009 terdapat berita yang menyatakan bahwa Telkom sedang mengkaji opsi penghapusan pencatatan sahamnya (delisting) di bursa saham New York Stock Exchange (NYSE). Selain itu juga perusahaan ini juga sedang menjajaki pencatatan sahamnya di bursa efek Eropa. Telkom mencatatkan sahamnya di NYSE pada tahun 1995 lalu.

New York Stock Exchange
NYSE terletak di Manhattan persisnya di Wall Street, dekat dengan lokasi menara kembar World Trade Center (WTC) yang sudah kita ikuti peristiwa tragisnya itu. Dari NYSE, kita juga dapat berjalan kaki sekitar 10 menit ke tempat feri untuk menuju ke patung Liberty yang berdiri kokoh “mengawal” kota New York. Bila memakai kereta bawah tanah maka NYSE dapat dicapai dengan berhenti di stasiun bawah tanah Wall Street. Setelah naik ke jalan raya dan menyeberang jalan, setelah masuk jalan kecil maka disebelah kanan kita langsung dapat melihat kantor NYSE yang selalu dijaga ketat oleh polisi selama 24 jam sehari.
Awalnya NYSE dibentuk pada tahun 1792. Pada waktu itu 24 stockbrokers dan merchant New York menandatangani The Buttonwood Agreement. Sekarang ini sejak bergabung dengan Bursa Saham Eropa Euronext pada tahun 2007 lalu, namanya menjadi NYSE Euronext.
NYSE dipuji dan akhir-akhir ini dicerca. Ia dipuji karena peranannya yang besar dalam menggerakkan investor saham maupun sumber pendanaan bagi banyak perusahaan di US maupun perusahaan-perusanaan di bagian dunia lainnya. NYSE juga dicerca. Dengan kejadian beberapa perusahaan melakuknyse-merah-putihan fraud pada tahun 2002 seperti Enron dan Worldcom. Terakhir terjadi masalah krisis subprime mortgage tahun 2008 yang menjadi pemicu krisis financial global sekarang ini. Tudingan banyak di arahkan ke NYSE. Bursa saham terbesar di dunia ini sedang mengalami ujian berat, terutama masalah Kepercayaan masyarakat investor AS dan global.

Bertugas di Investor Relations
Pada tahun 2000 hingga 2005, saya pernah bertugas di Investor Relations (IR) TELKOM. Selama melaksanakan tugas tersebut, banyak kesempatan bertemu dengan berbagai pejabat NYSE di New York maupun di kantor cabangnya di Hong Kong. Para pejabat NYSE di New York maupun Hong Kong juga pernah mengunjungi Telkom untuk mengenal lebih dekat emitennya. Selain itu pula dalam melaksanakan tugas-tugas tersebut, saya banyak berhubungan dengan partner lainnya seperti investor saham US, Investment Bank, Legal advisor US, Bank of New York dan lain-lainnya. Ada banyak pelajaran yag dapat dipetik dari pengalaman tersebut.
Secara rutin, para manajer di Investor Relations terutama yang listing di US harus dapat mengikuti perkembangan regulasi di US, meningkatkan pengetahuan maupun skill dalam bidang IR dan mengembangkan partnership dengan berbagai institusi yang relevan dengan tugas-tugas IR. Berbagai perkembangan tersebut diperoleh melalui e-mail, publikasi, web site maupun mengikuti training dan conference yang diadakan oleh NYSE maupun Bank of New York. Dalam kesempatan training yang diadakan oleh Bank of New York pada 2004 dan 2005, banyak sekali kesempatan berkenalan maupun tukar menukar pengalaman dengan para manajer IR dari seluruh dunia, termasuk dari Asia.

Ulang Tahun IPO
Pengalaman yang menarik juga adalah pada waktu diadakan ulang tahun ke 10 IPO TELKOM di NYSE. Bagi perusahaan yang berulang tahun yang kesepuluh diberi kesempatan untuk tampil di NYSE, biasanya dalam acara penutupan sesi trading hari ulang tahun perusahaan tersebut. Demikian juga dengan TELKOM, sempat tampil dalam penutupan trading pada tanggal 14 November 2005 pada jam 4 sore waktu New York atau jam 4 pagi wib. Lumayan ngantuk juga waktu itu tetapi senang. Acara itu disiarkan oleh berbagai stasiun TV US dan lainnya yang biasa meliput kegiatan NYSE seperti CNBC dan Reuters.
Koordinasi persiapan dilakukan dari Jakarta melalui e-mail maupun telepon. Penanggung jawab di NYSE adalah Direktur Asia Pasifik Mr. Marc Iyeki sehingga koordinasi dilakukan dengannya. NYSE sangat teliti dan detil. Mulai dari detil acara, siapa saja yang akan hadir, barang apa yang akan dibawa dengan keterangan spesifikasi umum. Tentang spanduk, makanan dan minuman yang disediakan dalam acara ulang tahun, diadakan oleh perusahaan catering yang telah menjadi partner NYSE. Lumayan juga persiapan tersebut. Pernah setelah saya tiba di rumah di Jakarta, tepat pukul 23.30 malam, mereka minta conference call bersama marc dan 2 rekannya. Setelah bicara sekitar setengah jam, rupanya Marc baru sadar dan bertanya jam berapa sekarang di Jakarta. Ketika saya sampaikan bahwa saat itu tepat tengah malam, ia berkata sorry diganggu larut malam itu. Persiapan ulang tahun IPO selesai melalui pembicaraan jarak jauh.
Acara ulang tahun tersebut dihadiri juga oleh direksi dan team IR beberapa perusahaan antara lain Jasa Marga, BNI, BCA dan ANTAM yang juga melakukan road show untuk bertemu dengan investor US di New York, Boston dan dilanjutkan ke Eropa. Tepat jam 2 siang, seluruh rombongan masuk ke NYSE setelah melalui pemeriksaan keamanan yang ketat. Setelah melalui keamanan di pintu masuk, semua bawaan harus masuk ke alat scan seperti yang ada di airport. Kemudian semuanya dikumpulkan di sebuah ruang yang besar sebagai ucapan selamat datang dan diadakan penjelasan singkat tentang NYSE dan trading. Selanjutnya diadakan peninjauan langsung ke trading floor yang luas itu.
Tepat 15 menit sebelum penutupan trading hari itu, rombongan TELKOM, Telkomsel dan Kedutaan Indonesia di US dikumpulkan untuk siap-siap menuju balkon NYSE untuk melakukan closing bell ceremony kegiatan trading pada tanggal 14 November 2005, yang juga merupakan hari ulang tahun IPO TELKOM ke sepuluh. Didamping oleh Presiden Direktur NYSE, pak Arwin Rasyid membunyikan lonceng penutupan perdagangan saham. Peristiwa ini langsung diabadikan oleh media TV yang ada di NYSE yang langsung disiarkan ke seluruh dunia. Sementara itu, peserta roadshow dari Indonesia turut menyaksikan dari lantai trading.
Setelah selesai, dilakukan acara resepsi ulang tahun IPO TELKOM. Sambutan dari pak Arwin Rasyid dan presiden direktur NYSE, dihadiri oleh seluruh tim Indonesia dan beberapa pejabat NYSE. Acara selesai pukul 6 sore. Acara ini juga diliput oleh Meutya Hafid dari Metro TV.Dia melakukan wawancara sekaligus menangani kamera.
Malam itu juga kami berangkat ke Boston dengan kereta api. Keesokan harinya setelah selesai bertemu investor Boston, rombongan meneruskan penerbangan ke London. Saya kembali ke New York dan tiba malam itu juga disambut hujan gerimis. Masih ada kesempatan satu hari melihat kota New York sebelum kembali ke Jakarta pada malam harinya melalui bandara New Jersey. Itulah tugas terakhir di IR sebelum kembali ke Bandung untuk bertugas di STT Telkom.
Hari itu tanggal 24 November 2005, bendera merah putih berkibar bersama bendera AS di NYSE.

Rektor..
Ulang tahun IPO di New York ini juga merupakan kenangan bagi saya. Pada waktu menjemput pak Arwin, satu hari setelah kami tiba, dalam perjalanan dari John F. Kennedy Airport ke hotel, beliau menyampaikan bahwa Direksi telah menunjuk saya sebagai Rektor STT Telkom. “ya pak Husni, saya setuju anda jadi Rektor. Direksi juga sudah sepakat.” Sebuah tantangan lagi mengembangkan pendidikan nasional, khususnya di STT Telkom (IT Telkom).
Harga saham Telkom di NYSE per 7 Agustus 2009 adalah US$ 35.31 per ADR (1 ADR=40 saham biasa), naik 1,73 persen dari harga hari sebelumnya. Jumlah line in service posisi 1H 2009 lebih dari 22 juta dimana hampir 13,5 juta adalah flexy. Sementara itu Telkomsel memiliki sekitar 76 juta pelanggan. …(husni/11 Agustus 2009).

Sumber:
Bisnis Indonesia, Jakarta, 29 Juli 2009
Husni, Pengalaman Pribadi Bertugas di IR Telkom Bandung dan Jakarta, 2000-2005.
Press Release Telkom, 129/PR000/COM-10/2009,31 Juli 2009
Web NYSE (http://www.nyse.com/)

No Comments

Hello world!

Welcome to Blog.ittelkom.ac.id Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

1 Comment